Inilah 21 Hal yang Membuat Pendidikan Finlandia Menjadi yang Terbaik
Tak ada yang menyangkal kalau sistem pendidikan
di Finlandia diakui menjadi yang terbaik di dunia. Bahkan, beberapa waktu lalu,
sistem di Negeri Nordik itu hendak diikuti Indonesia. Namun, bila diselisik,
prinsip dasar pendidikan di Indonesia masih jauh berbeda dengan Finlandia.
Finlandia tak pernah menyuruh siswa untuk membuat pekerjaan rumah
dan menerapkan standar nilai ujian. Lantas, apa yang sebenarnya membuat sistem
pendidikan di Finlandia sukses dan berhasil mencetak generasi cemerlang?
1. Anak-anak di Finlandia tak diperkenankan masuk sekolah dasar kalau
umur mereka belum genap 7 tahun. Sedangkan
di Indonesia, beberapa sekolah membolehkan anak belum genap usia 7 tahun,
bahkan 6 tahun masuk sekolah dasar. Dengan usia yang belum matang betul untuk mengenyam
pendidikan di sekolah dasar, anak akan jenuh dan cenderung tak optimal
mengenyam pendidikan.
2. Guru-guru Finlandia punya sistem lain untuk menilai siswa, bukan
dari ujian dan pekerjaan rumah. Hal
ini setidaknya dilakukan sampai mereka menginjak remaja.
3. Tak seperti di Indonesia, di Finlandia, anak tak diukur dari 6
tahun pertama mereka mengenyam bangku pendidikan. Di Indonesia, 6 tahun pertama anak
bersekolah, yakni di sekolah dasar, mereka sudah dinilai. Nilai mereka dianggap
mempengaruhi prestasi.
4. Hanya ada satu tes standar wajib di Finlandia, yakni ketika mereka
berusia 16 tahun.
5. Semua anak, pintar atau tidak, belajar di kelas yang sama. Di Indonesia, ada kelas akselerasi,
ada kelas regular, ada juga kelas internasional. Kelas seakan menjadi jurang.
6. 30 % anak-anak di Finlandia memperoleh beasiswa selama 9 tahun
untuk sekolah.
7. 66 % anak di Finlandia mengenyam pendidikan hingga perguruan
tinggi. Di Indonesia banyak anak
putus sekolah.
8. Tak ada jurang yang terlalu lebar yang membedakan siswa yang
terpandai dan paling tertinggal di kelas. Di
Indonesia, yang pintar dan yang dianggap tertinggal jurangnya sangat tampak.
9. Kelas sains di Finlandia diisi maksimal 16 siswa sehingga mereka
dapat praktik dan melakukan penelitian. Di
Indonesia, hanya sekolah tertentu yang punya laboratorium yang memenuhi
standar. Itu pun digunakan banyak siswa.
10. 93% orang Finlandia adalah lulusan sekolah tinggi. Di Indonesia, tak sampai
setengah penduduk yang terdaftar mengenyam bangku pendidikan tinggi.
11. Siswa SD memiliki waktu istirahat 75 menit sehari. Di Amerika tak sampai 30 menit,
sementara di Indonesia hanya 15 menit.
12. Guru hanya menghabiskan 4 jam di kelas. Sementara itu, 2 jam
seminggu guru memperoleh pendidikan pengembangan profesi. Di Indonesia, guru 48 jam di kelas.
13. Di Finlandia, jumlah guru dan murid sepadan. Indonesia, terutama di daerah 3T,
sedang kekurangan guru.
14. Biaya sekolah 100 % didanai negara.
15. Semua guru di Finlandia harus bergelar master dan sepenuhnya
disubsidi pemerintah. Di Indonesia tak semua guru lulus S1. Kalau mau
menempuh pendidikan selanjutnya, kebanyakan bayar sendiri.
16. Kurikulum nasional hanya sebagai pedoman. Sisanya fleksibel. Kurikulum nasional di Indonesia
tergolong kaku dan kurang fleksibel.
17. 10% guru dipilih dari 10 perguruan tinggi ternama dan dipilih yang
merupakan lulusan terbaik di universitas mereka.
18. Pada 2010, 6.600 orang bersaing merebut 660 kursi pelatihan guru
SD. Di Indonesia, guru SD
tak dianggap pekerjaan prestisius.
19. Gaji awal rata-rata untuk guru di Finlandia 29 ribu dolar AS pada
2008. DI Indonesia,
rata-rata gaji guru tak memenuhi UMP atau UMR.
20. Di Finlandia, tidak ada gaji yang tak pantas untuk guru. DI Indonesia masih ada guru
yang menerima gaji 300 ribu rupiah sebulan.
21. Guru sama prestisiusnya dengan dokter dan pengacara. Di Indonesia guru diabaikan.



Comments
Post a Comment