Terungkap! Beberapa Fakta Terkait Kebakaran Menara Grenfell London

  
Peristiwa kebakaran Menara Grenfell di London Barat Rabu (14/6) dini hari tentunya menyisakan kesedihan yang amat mendalam bagi para korban dan kerabatnya. Tercatat 30 orang meninggal dunia, 58 orang masih dinyatakan hilang dan lebih dari 74 orang dilarikan ke rumah sakit dalam peristiwa kebakaran tersebut. 

Diyakini api mulai berkobar dilantai empat, kemudian menyebar dengan cepat. Empat puluh kendaraan pemadam kebakaran dan sekitar 259 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kobaran api tersebut. Walikota London Sadiq Khan mengatakan, pemadam kebakaran hanya berhasil mencapai lantai 12 untuk memadamkan api, sehingga banyak penghuni apartemen yang terjebak dalam kebakaran tersebut sehingga menimbulkan korban yang tidak sedikit. 

Terkait peristiwa tersebut, ada beberapa fakta yang terungkap dilapangan, diantaranya:
1. Bukti Kesenjangan Ekonomi di London 
Kawasan Kensington dan Chelsea, London Barat, dikenal sebagai rumah bagi para pesohor di Negeri Ratu Elizabeth. Namun, fakta bahwa Menara Grenfell yang baru menjalani renovasi beberapa pekan lalu seakan menguatkan jurang dengan si miskin.

Otoritas dianggap lalai dalam memastikan keamanan dan kesejahteraan warga miskin demi memprioritaskan kebijakan yang mementingkan kaum borjuis. Media-media Inggris melaporkan, proses renovasi tersebut berperan penting dalam penyebaran api yang begitu cepat.

“Sangat menjengkelkan mengapa mereka mempercantik menara. Itu semua karena menara itu menyakitkan mata bagi orang-orang kaya yang tinggal di seberang,” ujar salah satu penghuni bernama Alia al Ghabbani, mengutip dari Reuters, Jumat (16/6/2017)

2. Rendahnya Tingkat Keamanan Menara Grenfell
Terdiri dari 24 lantai dan dihuni oleh sekitar 600 orang itu dibangun sejak tahun 1974 sebagai bagian dari penyediaan permukiman murah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah sehingga sisi keamanan dan keselamatan kurang menjadi prioritas dari pemerintah. Hal inilah yang memicu kemarahan mereka kepada wali kota Sadiq Khan saat datang berkunjung. Ada klaim yang mengatakan bahwa alarm dan penyiram kebakaran tidak bekerja di blok barat menara.

Kelompok Grenfell Action Group menyatakan, sebelum dan selama peremajaan menara tersebut mengandung risiko kebakaran dan para penghuninya telah diperingatkan bahwa akses kendaraan darurat ke lokasi itu 'sangat terbatas'. Pada bulan Februari 2013, warga memperingatkan bahwa berbagai peralatan keselamatan kebakaran, termasuk alat pemadam kebakaran belum pernah dicoba sejak 12 bulan.

3. Warga Muslim Membangunkan Warga saat Kebakaran Terjadi
Umat Islam yang terjaga di malam itu mencium bau asap dan melihat api berkobar. Mereka lalu segera pergi mengetuk pintu orang-orang yang tinggal di menara itu untuk membangunkan penghuninya. Bahkan anak-anak turut terlibat membangunkan dalam situasi darurat seperti itu. Para Muslim itu dijuluki "Lifeline" (Jalur Kehidupan) atas upaya mereka membantu dan membuat orang keluar dari menara. Warga Muslim London masih terjaga pada pukul 01.00 dini hari waktu Inggris untuk makan sahur di bulan Ramadhan. Menurut London Central Mosque Trust, waktu salat Subuh jatuh pada pukul 02.40 pagi pada hari rabu, 14 Juni 2017 yang memasuki hari ke-19 puasa.





Comments

Popular Posts