Eksploitasi Serangan London, Trump Suarakan Pelarangan Muslim di AS
Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengeksploitasi serangan London untuk mengangkat kembali kebijakan pelarangan Muslim di AS yang telah ditolak pengadilan tinggi federal.
“Kami harus pintar, waspada dan tangguh. Kami membutuhkan pengadilan untuk mengembalikan hak-hak kami. Kami membutuhkan ‘Larangan Perjalanan’ sebagai tingkat keamanan ekstra,” katanya sesaat setelah serangan di London yang menewaskan 7 orang, Sabtu (03/06).
Diketahui, sebuah mobil van menabrak para pejalan kaki di Jembatan London . Kemudian, mobil itu menuju Pasar Borough hingga seorang keluar dari dalamnya dan melakukan penusukan. Enam orang tewas dalam serangan di dua wilayah yang berdekatan tersebut. Tiga tersangka penyerang juga telah ditembak mati oleh polisi.
Insiden mengingatkan pada serangan Jembatan Westminster pada bulan Maret, dimana lima orang terbunuh dan lebih dari 50 orang terluka.
Trump kemudian menawarkan diri untuk membantu Inggris. Gedung Putih mengatakan telah diberitahu perihal serangan tersebut oleh tim keamanan nasionalnya.
Sehari sebelumnya, Trump mendesak Mahkamah Agung AS untuk mempertimbangkan kembali pelarangan terhadap tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim untuk masuk AS. Negara-negara terkait adalah Suriah, Yaman, Libya, Somalia, Sudan, Iraq dan Iran.
Iraq akhirnya dikecualikan dalam larangan tersebut, setelah beberapa pejabat pemerintah mendesak Gedung Putih untuk mempertimbangkan kembali masuknya Iraq, karena dianggap memiliki peran kunci dalam memerangi kelompok ISIS.
Sumber: www.kiblat.net



Comments
Post a Comment